Showing posts with label Halid. Show all posts
Showing posts with label Halid. Show all posts

Thursday, March 31, 2011

Pasca Kisruh PSSI: Bagaimana Nasib Klub dan Timnas Indonesia?


Andi Malarangeng dan Rita Subowo
Setelah pemerintah mencabut pengakuan terhadap PSSI di bawah Nurdin Halid, serta mencabut segala aliran dana dana aset negara yang dititipkan untuk operasional PSSI, kita semua mungkin sedang menunggu reaksi dari FIFA. Jika FIFA menilai pemerintah terlalu turut campur dalam urusan PSSI sebagai FA-nya Indonesia, sanksi terberat yang mungkin dapat dijatuhkan FIFA adalah pembekuan PSSI termasuk pelarangan aktivitas timnas maupun klub dalam semua kompetisi sepak bola internasional. Saat ini Arema Malang tengah bertarung di Liga Champion Asia, Sriwijaya FC dan Persipura sedang berjuang di Piala AFC, dan November 2011 nanti Indonesia akan menjadi tuan rumah SEA Games dan sedang mempersiapkan tim U 23 untuk bertanding. Bagaimana nasib klub dan timnas setelah kisruh PSSI ini?

Tuesday, March 29, 2011

Derby Makassar : Andi Malarangeng vs Nurdin Halid

Derby Makassar di luar lapangan, Andi Malarangeng vs Nurdin Halid

 Walaupun sama-sama berdarah Makassar, tak menjamin Menpora Andi Malarangeng mentolerir kinerja buruk PSSI di bawah Nurdin Halid. Andi Malarangeng selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, bisa disebut juga pembina dan penanggungjawab keolahragaan nasional, telah menyatakan bahwa pemerintah tidak mengakui lagi kepengurusan PSSI di bawah Nurdin Halid. Berikut pernyataan-pernyataan Menpora Andi Malarangeng:

Monday, February 28, 2011

Rilis Komisi Banding Bisa Undang Sanksi FIFA

Tjipta Lesmana Saat Merilis Hasil Keputusan Komisi Banding PSSI

Rilis komisi banding PSSI yang telah disampaikan beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa komisi banding menolak banding Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro yang tidak lolos verifikasi untuk menjadi Ketum PSSI. Komisi banding juga menyampaikan keputusannya menolak keputusan komisi pemilihan PSSI, sehingga Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie tidak langsung bisa melenggang sebagai dua calon Ketum PSSI. Namun, menurut saya ada hal yang tak perlu juga disampaikan oleh ketua komisi banding Tjipta Lesmana, yaitu soal pengakuan komisi banding mendapat tekanan dan intimidasi dalam pekerjaannya, terutama dari pemerintah. Jika komisi banding memang tidak terpengaruh tekanan tersebut, mengapa Tjipta Lesmana harus mengungkapkannya secara luas sehingga dapat mengundang hukuman FIFA terhadap timnas? PSSI yang bermasalah namun bisa-bisa timnas dan bangsa Indonesia yang kena getah.